firewall adalah sebuah perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman.
Firewall dapat berupa perangkat lunak atau perangkat keras berbasis berbasis dan digunakan untuk membantu menjaga jaringan aman.
Tujuan utamanya adalah untuk mengontrol lalu lintas jaringan yang masuk
dan keluar dengan menganalisis paket data dan menentukan apakah harus
diizinkan melalui atau tidak, berdasarkan seperangkat aturan yang telah
ditentukan.
Firewall jaringan membangun jembatan antara jaringan internal yang
dianggap aman dan terpercaya, dan jaringan lain, biasanya jaringan
(antar) eksternal, seperti Internet, yang tidak dianggap aman dan
terpercaya. [1]
Jenis-jenis Firewall
Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut
- Personal Firewall: Personal Firewall didesain untuk
melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang
tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi
sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer
secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan
semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Bahkan beberapa produk firewall lainnya dilengkapi dengan fungsi pendeteksian gangguan keamanan jaringan (Intrusion Detection System). Contoh dari firewall jenis ini adalah Microsoft Windows Firewall (yang telah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vista dan Windows Server 2003 Service Pack 1), Symantec Norton Personal Firewall, Kerio Personal Firewall, dan lain-lain. Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.
- Network Firewall: Network ‘‘’’Firewall didesain untuk
melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya
dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Contoh dari firewall ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasi Solaris.
Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa
yang dimiliki oleh personal firewall (packet filter firewall dan
stateful firewall), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.
Fungsi Firewall
Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
- Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
- Melakukan autentikasi terhadap akses
- Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
- Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Cara Kerja Firewall
Packet-Filter Firewall
Contoh pengaturan akses (
access control) yang diterapkan dalam firewall
Pada bentuknya yang paling sederhana, sebuah firewall adalah sebuah
router atau
komputer
yang dilengkapi dengan dua buah NIC (Network Interface Card, kartu
antarmuka jaringan) yang mampu melakukan penapisan atau penyaringan
terhadap
paket-paket yang masuk. Perangkat jenis ini umumnya disebut dengan
packet-filtering router.
Firewall jenis ini bekerja dengan cara membandingkan alamat sumber
dari paket-paket tersebut dengan kebijakan pengontrolan akses yang
terdaftar dalam
Access Control List
firewall, router tersebut akan mencoba memutuskan apakah hendak
meneruskan paket yang masuk tersebut ke tujuannya atau menghentikannya.
Pada bentuk yang lebih sederhana lagi, firewall hanya melakukan
pengujian terhadap
alamat IP atau
nama domain
yang menjadi sumber paket dan akan menentukan apakah hendak meneruskan
atau menolak paket tersebut. Meskipun demikian, packet-filtering router
tidak dapat digunakan untuk memberikan akses (atau menolaknya) dengan
menggunakan basis hak-hak yang dimiliki oleh pengguna.
Cara kerja packet filter firewall
Packet-filtering router juga dapat dikonfigurasikan agar menghentikan
beberapa jenis lalu lintas jaringan dan tentu saja mengizinkannya.
Umumnya, hal ini dilakukan dengan mengaktifkan/menonaktifkan
port TCP/IP dalam sistem firewall tersebut. Sebagai contoh, port 25 yang digunakan oleh
Protokol SMTP (
Simple Mail Transfer Protocol) umumnya dibiarkan terbuka oleh beberapa firewall untuk mengizinkan
surat elektronik dari Internet masuk ke dalam jaringan privat, sementara port lainnya seperti port 23 yang digunakan oleh
Protokol Telnet
dapat dinonaktifkan untuk mencegah pengguna Internet untuk mengakses
layanan yang terdapat dalam jaringan privat tersebut. Firewall juga
dapat memberikan semacam pengecualian (
exception) agar beberapa
aplikasi dapat melewati firewall tersebut. Dengan menggunakan pendekatan
ini, keamanan akan lebih kuat tapi memiliki kelemahan yang signifikan
yakni kerumitan konfigurasi terhadap firewall: daftar Access Control
List firewall akan membesar seiring dengan banyaknya alamat IP, nama
domain, atau port yang dimasukkan ke dalamnya, selain tentunya juga
exception yang diberlakukan.
Circuit Level Gateway
Cara kerja circuit level firewall
Firewall jenis lainnya adalah Circuit-Level Gateway, yang umumnya berupa komponen dalam sebuah
proxy server. Firewall jenis ini beroperasi pada level yang lebih tinggi dalam
model referensi tujuh lapis OSI
(bekerja pada lapisan sesi/session layer) daripada Packet Filter
Firewall. Modifikasi ini membuat firewall jenis ini berguna dalam rangka
menyembunyikan informasi mengenai jaringan terproteksi, meskipun
firewall ini tidak melakukan penyaringan terhadap paket-paket individual
yang mengalir dalam koneksi.
Dengan menggunakan firewall jenis ini, koneksi yang terjadi antara
pengguna dan jaringan pun disembunyikan dari pengguna. Pengguna akan
dihadapkan secara langsung dengan firewall pada saat proses pembuatan
koneksi dan firewall pun akan membentuk koneksi dengan sumber daya
jaringan yang hendak diakses oleh pengguna setelah mengubah alamat IP
dari paket yang ditransmisikan oleh dua belah pihak. Hal ini
mengakibatkan terjadinya sebuah sirkuit virtual (
virtual circuit) antara pengguna dan sumber daya jaringan yang ia akses.
Firewall ini dianggap lebih aman dibandingkan dengan Packet-Filtering
Firewall, karena pengguna eksternal tidak dapat melihat alamat IP
jaringan internal dalam paket-paket yang ia terima, melainkan alamat IP
dari firewall.
Application Level Firewall
Application Level Firewall (disebut juga sebagai
application proxy atau
application level gateway)
Firewall jenis lainnya adalah Application Level Gateway (atau
Application-Level Firewall atau sering juga disebut sebagai Proxy
Firewall), yang umumnya juga merupakan komponen dari sebuah proxy
server. Firewall ini tidak mengizinkan paket yang datang untuk melewati
firewall secara langsung. Tetapi, aplikasi proxy yang berjalan dalam
komputer yang menjalankan firewall akan meneruskan permintaan tersebut
kepada layanan yang tersedia dalam jaringan privat dan kemudian
meneruskan respons dari permintaan tersebut kepada komputer yang membuat
permintaan pertama kali yang terletak dalam jaringan publik yang tidak
aman.
Umumnya, firewall jenis ini akan melakukan autentikasi terlebih
dahulu terhadap pengguna sebelum mengizinkan pengguna tersebut untuk
mengakses jaringan. Selain itu, firewall ini juga mengimplementasikan
mekanisme auditing dan pencatatan (logging) sebagai bagian dari
kebijakan keamanan yang diterapkannya. Application Level Firewall juga
umumnya mengharuskan beberapa konfigurasi yang diberlakukan pada
pengguna untuk mengizinkan mesin klien agar dapat berfungsi. Sebagai
contoh, jika sebuah proxy
FTP
dikonfigurasikan di atas sebuah application layer gateway, proxy
tersebut dapat dikonfigurasikan untuk mengizinlan beberapa perintah FTP,
dan menolak beberapa perintah lainnya. Jenis ini paling sering
diimplementasikan pada proxy
SMTP
sehingga mereka dapat menerima surat elektronik dari luar (tanpa
menampakkan alamat e-mail internal), lalu meneruskan e-mail tersebut
kepada e-mail server dalam jaringan. Tetapi, karena adanya pemrosesan
yang lebih rumit, firewall jenis ini mengharuskan komputer yang
dikonfigurasikan sebagai application gateway memiliki spesifikasi yang
tinggi, dan tentu saja jauh lebih lambat dibandingkan dengan
packet-filter firewall.
NAT Firewall
NAT (Network Address Translation) Firewall secara otomatis
menyediakan proteksi terhadap sistem yang berada di balik firewall
karena NAT Firewall hanya mengizinkan koneksi yang datang dari
komputer-komputer yang berada di balik firewall. Tujuan dari NAT adalah
untuk melakukan
multiplexing terhadap lalu lintas dari jaringan
internal untuk kemudian menyampaikannya kepada jaringan yang lebih luas
(MAN, WAN atau Internet) seolah-olah paket tersebut datang dari sebuah
alamat IP atau beberapa alamat IP. NAT Firewall membuat tabel dalam
memori yang mengandung informasi mengenai koneksi yang dilihat oleh
firewall. Tabel ini akan memetakan alamat jaringan internal ke alamat
eksternal. Kemampuan untuk menaruh keseluruhan jaringan di belakang
sebuah alamat IP didasarkan terhadap pemetaan terhadap port-port dalam
NAT firewall.
Lihat juga:
Network Address Translation
Stateful Firewall
Cara kerja stateful firewall
Stateful Firewall merupakan sebuah firewall yang menggabungkan
keunggulan yang ditawarkan oleh packet-filtering firewall, NAT Firewall,
Circuit-Level Firewall dan Proxy Firewall dalam satu sistem. Stateful
Firewall dapat melakukan filtering terhadap lalu lintas berdasarkan
karakteristik paket, seperti halnya packet-filtering firewall, dan juga
memiliki pengecekan terhadap sesi koneksi untuk meyakinkan bahwa sesi
koneksi yang terbentuk tersebut diizinlan. Tidak seperti Proxy Firewall
atau Circuit Level Firewall, Stateful Firewall umumnya didesain agar
lebih transparan (seperti halnya packet-filtering firewall atau NAT
firewall). Tetapi, stateful firewall juga mencakup beberapa aspek yang
dimiliki oleh application level firewall, sebab ia juga melakukan
inspeksi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (application
layer) dengan menggunakan layanan tertentu. Firewall ini hanya tersedia
pada beberapa firewall kelas atas, semacam Cisco PIX. Karena
menggabungkan keunggulan jenis-jenis firewall lainnya, stateful firewall
menjadi lebih kompleks.
Virtual Firewall
Virtual Firewall adalah sebutan untuk beberapa firewall logis yang
berada dalam sebuah perangkat fisik (komputer atau perangkat firewall
lainnya). Pengaturan ini mengizinkan beberapa jaringan agar dapat
diproteksi oleh sebuah firewall yang unik yang menjalankan kebijakan
keamanan yang juga unik, cukup dengan menggunakan satu buah perangkat.
Dengan menggunakan firewall jenis ini, sebuah ISP (
Internet Service Provider)
dapat menyediakan layanan firewall kepada para pelanggannya, sehingga
mengamankan lalu lintas jaringan mereka, hanya dengan menggunakan satu
buah perangkat. Hal ini jelas merupakan penghematan biaya yang
signifikan, meski firewall jenis ini hanya tersedia pada firewall kelas
atas, seperti Cisco PIX 535.
Transparent Firewall
Transparent Firewall (juga dikenal sebagai bridging firewall)
bukanlah sebuah firewall yang murni, tetapi ia hanya berupa turunan dari
stateful Firewall. Daripada firewall-firewall lainnya yang beroperasi
pada lapisan IP ke atas, transparent firewall bekerja pada lapisan
Data-Link Layer, dan kemudian ia memantau lapisan-lapisan yang ada di
atasnya. Selain itu, transparent firewall juga dapat melakukan apa yang
dapat dilakukan oleh packet-filtering firewall, seperti halnya stateful
firewall dan tidak terlihat oleh pengguna (karena itulah, ia disebut
sebagai Transparent Firewall).
Intinya, transparent firewall bekerja sebagai sebuah bridge yang
bertugas untuk menyaring lalu lintas jaringan antara dua segmen
jaringan. Dengan menggunakan transparent firewall, keamanan sebuah
segmen jaringan pun dapat diperkuat, tanpa harus mengaplikasikan NAT
Filter. Transparent Firewall menawarkan tiga buah keuntungan, yakni
sebagai berikut:
- Konfigurasi yang mudah (bahkan beberapa produk mengklaim sebagai
"Zero Configuration"). Hal ini memang karena transparent firewall
dihubungkan secara langsung dengan jaringan yang hendak diproteksinya,
dengan memodifikasi sedikit atau tanpa memodifikasi konfigurasi firewall
tersebut. Karena ia bekerja pada data-link layer, pengubahan alamat IP
pun tidak dibutuhkan. Firewall juga dapat dikonfigurasikan untuk
melakukan segmentasi terhadap sebuah subnet jaringan antara jaringan
yang memiliki keamanan yang rendah dan keamanan yang tinggi atau dapat
juga untuk melindungi sebuah host, jika memang diperlukan.
- Kinerja yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh firewall yang berjalan
dalam lapisan data-link lebih sederhana dibandingkan dengan firewall
yang berjalan dalam lapisan yang lebih tinggi. Karena bekerja lebih
sederhana, maka kebutuhan pemrosesan pun lebih kecil dibandingkan dengan
firewall yang berjalan pada lapisan yang tinggi, dan akhirnya performa
yang ditunjukannya pun lebih tinggi.
- Tidak terlihat oleh pengguna (stealth). Hal ini memang
dikarenakan Transparent Firewall bekerja pada lapisan data-link, dan
tidak membutuhkan alamat IP yang ditetapkan untuknya (kecuali untuk
melakukan manajemen terhadapnya, jika memang jenisnya managed firewall).
Karena itulah, transparent firewall tidak dapat terlihat oleh para
penyerang. Karena tidak dapat diraih oleh penyerang (tidak memiliki
alamat IP), penyerang pun tidak dapat menyerangnya.
www.google.com